Rabu, 28 Desember 2011

Memory of You - part 2

About Raka and I

           
            Raka. Adrian Raka Sastradyo. Begitu , ya kira-kira begitu namanya, sosok lelaki yang tanpa sadar telah mengisi hidupku belakangan ini. Sosoknya yang pendiam membuat tak jarang para gadis di sekolahku mengaguminya, belum lagi nilai-nilainya yang memuaskan, dan tahukah? Dia anak basket, mungkin itulah yang membuat para gadis makin penasaran kepadanya.
            Aku. Ananda Alyssa Kiara. Alyssa, begitu kebanyakan teman-temanku memanggil namaku. Namun ayah selalu memanggilku Kiara, Kiara itu nama dari ibuku yang bernama Kinan Anandiara. Bukan hanya ayah yang memanggilku begitu, satu orang spesial, ya satu orang yang cukup spesial untukku. Menjadi seorang gadis penyakitan sepertiku bukanlah sebuah pilihan, melainkan memang sudah jalan dari Tuhan. Namun aku bersyukur dibalik semua penyakitku ternyata Tuhan telah membawaku kepada 1 orang yang cukup mewarnai hari-hari kelamku.

Masa orientasi siswa untuk memasuki SMA yang kupilih saat itu berjalan dengan mudah, satu hari setelahnya, aku baru menyadari, dia disana, ya Raka... Dia duduk di kursi pojok kanan belakang, masih mengenakan seragam putih birunya. Awal aku menyadarinya memang biasa, karna memang Raka satu SMP denganku, namun tahukah? Dari 3 tahun itu, aku hampir tidak mengetahui kehadiran Raka di SMPku, aku baru mengetahui kehadirannya, karna dia adalah seorang murid dengan hasil ujian terbaik di SMPku dulu. Dan mungkin dari sana pula kisahku bermula. Di SMA yang kupilih ini aku duduk bersama Sarah, sahabatku dari SMP yang kebetulan sekali masuk di SMA yang sama denganku, dan kebetulan juga, sekelas denganku.

            Besoknya, semua murid SMAku saat itu mengenakan seragam putih-abuabu, di pagi hari itulah aku melihat Raka yang baru datang, berjalan di lorong sekolah dengan Dion, teman barunya, yang juga sekals denganku, mereka berjalan sambil bersendagurau, entah apa yang mereka bicarakan. Aku terdiam, ketika akhirnya mataku menangkap sebuah senyum yang terlukis indah di wajah Raka. Bodoh... ada apa denganku, ini aneh, sudahlah itu mungkin hanya kesan pertama. Tapi harus aku akui Raka terlihat sangat tampan dan gagah pada saat itu. “Alyssa.. kita jadi ke kelasnya Fian gak? Katanya lo mau minjem novel gue yang lagi dipinjem Fian?” seketika aku tersadar dari lamunanku, ketika Sarah akhirnya menegurku. Ohyaaa Fian itu sahabatnya Sarah, dia seorang cowo yang bisa dibilang sangat cool, dulu saat di SMP banyak banget yang suka sama Fian, tapi aku tidak termasuk yaa,  namun aku juga punya cerita tersendiri dengan Fian. “hmm... iya yuk!” ku palingkan sejenak tatapanku dari Sarah, berusaha mencuri pandang lagi senyum Raka saat itu, namun sosoknya menghilang, entah mungkin sudah masuk kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar