Rabu, 28 Desember 2011

Memory of You - part 1

Me & us       

Aku terdiam. Untuk beberapa saat, takada satu patah katapun yang terucap, mendengar tawanya sore itu, menjadi obat tersendiri yang mungkin sangat ampuh, melebihi, obat-obat yang belakangan ini menghiasi hidup ku. Sebagai gadis berumur 18 tahun, apakah wajar untuk terus terduduk di kursi roda, mengkonsumsi berbagai macam obat tiap harinya? Bukankah seharusnya gadis seumuranku sedang duduk di bangku kuliahan, mendengarkan para dosen berkicau, atau duduk ditaman bersama teman membahas rumus-rumus, atau mungkin hangout, merefleksikan diri di mall.
           Sudahlah, bagiku hal-hal penting itu tidak mungkin bisa aku lakukan, bagaimana mungkin, aku terduduk di kursi roda dan mungkin hidupku hanya tinggal hitungan hari. Sungguh, aku lelah, aku muak dengan penyakitku ini, enyah saja kau Kanker hati tak berguna! “sabar Kiara... semua indah pada waktunya.” Kata-kata itu, ya... kata-kata itu yang selalu menyadarkanku bahwa ini takkan berlangsung lama, rasa sakit ini akan segera usai, kata-kata itu, adalah kata-kata dari seseorang yang sangat ku sayang, Raka. Raka, thanks for our beautiful one and half years. Satu setengah tahun tidak berarti banyak bila dibandingkan, dengan perjuangan untuk mendapatkan dirinya. Dua setengah tahun adalah waktu yang lama untung menunggu dirinya, menunggu seorang Raka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar